jump to navigation

Ferris Wheel Sindu Kusuma Edupark 14/02/2017

Posted by nugroho in uncompiled script.
Tags: , , , , ,
add a comment

Ferris Wheel Sindu Kusuma Edupark. Atau yang disebut Cakra Manggilingan. Yang diklaim tertinggi di Indonesia ini memiliki titik tertinggi 52 Meter. Istri sudah ngebet lama sekali pengen main ke Sindu Kusuma Edupark dan naik Ferris Wheelnya. Sampai-sampai rela main ke pasar malem naik Ferris Wheel versi traditional dulu untuk mengobati ngidamnya. Hahaha. Sebenarnya saya pun sudah dari tahun lalu berencana main kesini, namun baru tahun 2017 ini terwujud. Dulu rencananya ke jogja naik kereta karena usia anak, tapi sekarang karena anak sudah berusia diatas 1 tahun dan sudah beberapa kali diajak perjalanan jauh dengan sepeda motor, jadinya ya motoran saja. Hehehe.

Jarak rumah sampai Sindu Kusuma Edupark yang berlokasi di Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta sekitar 60KM. Secara hitungan tidak terlalu beda dengan jarak ke Cimory atau Tawangmangu. Yang pernah ditempuh anak saya dalam dekapan gendongan istri saya yang membonceng. Dan ternyata benar, untuk waktu tempuh juga hampir sama dan anak sayapun mau tidur dengan tenang sampai mendekati lokasi baru bangun, karena saya berhenti dulu di pom bensin jalan magelang untuk cari jalan yang benar menuju lokasinya.

Sampai di SKE sekitar pukul 9 an dan matahari bersinar dengan terangnya. Tujuan pertama adalah naik Ferris Wheel yang diidamkan istri. Oh ya, untuk tiket masuknya kita bisa membeli tiket terusan senilai tujuh puluh ribu, dan kami hanya membayar untuk dua orang. Karena anak saya belum masuk hitungan tinggi badanya masih dibawah delapanpuluh lima centimeter. Atau cukup membayar tiket masuk saja lalu mmemilih wahana tertentu dan membayarnya langsung di loket yang sudah ada. Keuntungan tiket terusan ini, kita bisa main di wahana yang sama sepuasnya.

Balik ke Ferris Wheel Sindu Kusuma Edupark, kira-kira diameternya lima belas meteran lah, kecepatan berputarnya termasuk middle menurut saya, tidak lambat dan tidak terlalu cepat. Karena Ferris Wheel ini selalu berputar, jadinya untuk naik ke kabinnya kita harus sedikit berjalan seperti kalau terbiasa naik bus yang stop and go. hehehe. Setelah masuk ke kabin, untuk keselamatan pintu akan ditutup dan hanya bisa dibukan dari luar. Awal naik kabinnya sedikit terombang-ambing sesuai keseimbangan berat penumpangnya tapi akan kembali stabil setelah berjalan normal. Dan setelah berjalan terasa panas…. iya ruangan kecil sedikit ventilasinya dan memang matahari sedang cerah. Tak ayal akhirnya sayapun berkeringat. Untuk Ferris Wheel ini kami hanya satu putaran saja, karena tidak tahan dengan panasnya.Ferris Wheel Sindu Kusuma Edupark

Selesai dengan Ferris Wheel Sindu Kusuma Edupark kami lanjut main prosotan dan ayunan yang disukai anak saya. Lalu lanjut naik sepur mini yang membuat anak saya bisa mengoceh sendiri di perjalanannya. Kemudian istirahat sebentar, sebelum istri saya mencoba permainan ini, entah apa namanya. Tapi pihak Sindu Kusuma Edupark menyebutnya Kursi Mabur.

Sindu Kusuma Edupark

Berhubung untuk wahana ini anak kecil tidak bisa ikut dan saya sendiri tidak berminat akhirnya hanya istri saya yang mencobanya. Selesai dari wahana ini kami lanjut mencoba wahana sepur kluthuk, kali ini benar2 sepur yang jalan di rel, beda dengan sepur mini yang jalan di aspal. Selesai dengan sepur kluthuk, kami lanjutkan ke game center. Di game center terdapat pula permainan untuk anak-anak. Di game center ini sistemnya menggunakan tapping card. Jadi kita beli dulu kartu ke kasir beserta saldonya. Baru jika akan bermain kita tinggal tap cardnya ke reader yang sudah ada ditiap mesin. Anak saya sangat suka dengan odong-odong, jadi beberapa permaian yang mirip dengan odong-odong dicobain semua. Saya juga mencoba beberapa permainan yang berhadiah tiket yang bisa ditukar dengan hadiah. Namun sayangnya hanya sedikit yang bisa saya kumpulkan. Sekitar pukul setengah dua siang kami pulang, takut jika hujan mengguyur. Dan sekitar pukul setengah tiga kami sudah sampai di rumah, Alahamdulillah tidak kehujanan.

Touring Perdana bersama Keluarga & The Grey 10/02/2017

Posted by nugroho in uncompiled script.
Tags: , , , , ,
2 comments

Touring Perdana bersama Keluarga & The Grey. Sabtu 28 Januari 2017, hari yang begitu saya tunggu. Hari itu merupakan hari dimana saya dan keluarga (Istri & anak saya) pilih untuk touring ke Pacitan. Namun kali ini berbeda, karena touring kali ini saya tidak bersama redto-black saya. Ya, kali ini saya memutuskan untuk mengendarai mobil bersama keluarga. Perjalanan ini begitu penting untuk saya, karena ini pertama kalinya saya menyetir sendiri sejauh itu. Setelah hampir setahun belajar nyetir. Dan hanya beberapa kali nyetir agak jauh. Kali ini saya beranikan untuk menyetir sendiri dari Boyolali ke Pacitan. Memang ini sudah saya rencanakan bersama istri jauh-jauh hari sebelumnya. Tanggal dipilih, penginapan sudah saya booking. Rencana sudah disusun sematang-matangnya. Termasuk mental saya juga sudah saya persiapkan. Mungkin terdengar lebay atau berlebihan memang. Tapi bagi saya yang jarang nyetir, paling sering hanya seminggu dua kali. Dan itupun hanya sejauh 30 kilometer kurang lebih.

Alhamdulillah tidak ada keraguan sama sekali, saya jadi yakin untuk melakukan perjalanan ini. Jarak Boyolali – Pacitan kurang lebih 150 kilometer. Saya memilih jalur yang sekiranya tidak terlalu padat dan memilih waktu start di pagi hari. Dari rumah sekitar pukul 06.30 saya memilih jalur Banyudono – Sawit – Delanggu – Juwiring – Sukoharjo Kota. Perjalanan lancar hanya sedikit jalan rusak mendekati masuk ke Sukoharjo kota. Selepas Sukoharjo arah Wonogiri mulai ramai, namun masih bisa mendahului di jalur kanan dengan aman. Sampai Wonogiri saya ambil jalur yang sebelah timur, luar kota arah Ponorogo. Jalan bagus, lebar, hanya sedikit macet ketika keluar dari kota Wonogiri.

Alhamdulillah perjalanan lancar, saya beberapa kali mencoba untuk mlipir ke pom bensin karena kebelet pipis. Namun ternyata hampir seluruh pom bensin yang saya lewati penuh, penuh dengan bus pariwisata. Ada sekitar tiga pom bensin yang saya lewati, dan semuanya penuh dengan bus pariwisata yang berhenti. Perjalanan saya lanjutkan dengan sedikit menahan pipis, kondisi lalulintas disini tidak terlalu ramai. Namun bisa macet karena banyak bus besar melintas, jadi saat ada kesempatan baik dan aman untuk mendahului lebih baik segera dieksekusi. Karena apabila terlalu sabar dibelakang bus biasanya akan terus berjalan lambat mengikuti bus. Dan pastinya dibelakang anda akan mengekor kendaraan yang lain. Beberapa kali saya harus mendahului bus besar di jalan yang sempit, namun saya terus berhati-hati. Rasa berdebar-debar ketika mendahului bus besar membuat saya berkeringat .Akhirnya sekitar pukul 09.30 di daerah Baturetno Wonogiri saya berhenti untuk pipis, sambil istirahat sebentar. Kami berhenti sekitar 15 menit sambil membuatkan susu untuk anak saya.

Selesai istirahat, kami melajutkan perjalanan, tak lama kemudian kami sudah masuk ke wilayah Pacitan. Di langit terlihat mendung tebal yang menggelayut. Membuat niat saya untuk ke pantai Klayar menciut. Akhirnya saya putuskan untuk lanjut ke arah kota menuju pantai Soge. Selepas dari kota Pacitan hujan rintik-rintik mengguyur, namun hanya sebentar saja. Sekitar pukul 10.30 tibalah kami di pantai Soge.

Touring Perdana bersama Keluarga

Touring Perdana bersama Keluarga

Touring Perdana bersama Keluarga & The Grey. Oh ya, the Grey adalah sebutan untuk Grand New Avanza 2016 milik orang tua saya. Saya hanya bertugas menjadi supir (menyetir dan merawat).

Touring Perdana bersama Keluarga

Gambar diambil menggunakan xiaomi yi (baca : unboxing xiaomi yi action camera)

 Alhamdulillah sampai di pantai Soge tidak hujan. Cukup lama kami istirahat di pantai Soge, anak saya yang baru pertama melihat pantai masih sedikit takut. Namun setelah beberapa lama akhirnya mulai berani bermain.

Touring Perdana bersama Keluarga

Touring Perdana bersama Keluarga

Istirahat, ngemil sambil bercanda dengan anak dilanjutkan makan cilok dan bakso kuah. Lumayan untuk mengurangi rasa lapar, karena kami berangkat di pagi hari dan hanya sempat sarapan sedikit. Sekitar pukul dua belas lebih kami meninggalkan pantai Soge, kembali ke kota Pacitan. Diperjalanan kembali ke kota, hujan sempat mengguyur namun hanya sebentar saja. Mendekati kota kembali hujan mengguyur disertai angin yang lumayan kencang. Sempat khawatir karena jalan yang kami lewati kanan kirinya banyak pohon. Sampai di kota Pacitan hujan semakin deras. Wiper yang berkecepatan tinggi hanya mampu menyapu air hujan sebentar .Tadinya saya yang bertujuan untuk mampir warung makan dan sholat akhirnya harus saya urungkan. Tujuan saya ubah langsung ke penginapan. Sampai di penginapan, hujan masih rintik-rintik disertai angin kencang. Untungya tak lama menunggu kami langsung bisa check in, karena jauh hari saya sudah booking penginapan ini. Kali ini saya memilih salah satu kamar standart AC di hotel Srikandi. Hotel yang sama yang pernah saya singgahi saat touring ke Pacitan. Namun kali ini saya booking lewat situs pegipegi.com.

Segera kami turunkan barang-barang kami, hanya kami sisakan bekal yang cukup untuk jalan-jalan nanti. Setelah sholat, istirahat sebentar dan hujan sudah reda, kami keluar untuk mencari makan. Gampang-gampang susah mencari makan di Pacitan, beberapa kali kesini saya lebih sering memilih masakan padang. Namun karena kali ini saya membawa anak, saya memilih makanan yang lebih aman (tidak pedas dan anak saya bisa ikut makan). Akhirnya kami menemukan warung makan ayam bakar, setelah dua kali berputar-putar. Masakannya lumayan enak, ayam bakarnya pun berbeda dengan ayam bakar yang biasa saya temui di Boyolali. Sepertinya cara memasaknya berbeda, kalau di Boyolali ayamnya semacam dibacem dulu sampai bumbu merasuk baru dibakar. Namun ini seperti hanya dimasak(direbus) tanpa bumbu kemudian bumbu dioles diluar baru dibakar. Selesai makan siang kami lanjut jalan-jalan ke pantai Teleng Ria.

Pantai ini tidak terlalu bersih namun luas dan pantainya landai sehingga cocok untuk bermain.

Touring Perdana bersama Keluarga

Anak saya yang tadinya masih takut, sekarang sudah berubah. Dia langsung asyik bermain pasir dan basah-basahan.

Touring Perdana bersama Keluarga

Dan ternyata kami lupa membawa baju gantinya, akhirnya istri saya membeli baju ganti di warung yang ada di dalam kawasan wisata Pantai Teleng Ria ini. Sekitar satu jam kami di pantai Teleng Ria, kemudian kami kembali ke penginapan untuk istirahat … bersambung.

Review Action Camera Xiaomi Yi by redto-black.web.id 08/02/2017

Posted by nugroho in Review, uncompiled script.
Tags: , , , , ,
2 comments

Review Action Camera Xiaomi Yi by redto-black.web.id. Setelah unboxing xiaomi yi action camera sekarang saatnya untuk direview. Kita awali dengan bentuk fisiknya. Xiaomi Yi yang saya beli berwarna hitam. Review Action Camera Xiaomi Yi by redto-black.web.id
Ukurannya cukup mungil, panjang 6cm, tinggi 4cm, tebal 2cm. Xiaomi Yi memiliki 3 tombol, satu didepan untuk power dan shutter, satu diatas untuk mode, satu disamping untuk WiFi switch.

Review Action Camera Xiaomi Yi by redto-black.web.id

Review Action Camera Xiaomi Yi. Di bagian beakang ada lubang untuk port usb, mini hdmi dan slot micro sd serta tempat bateray. Untuk Xiaomi Yi ini tidak ada displaynya semua controlnya menggunakan WiFi dan applikasi yang dipasang di smartphone. Kembali ke Xiaomi Yi, untuk menyalakan cukup tekan tombol yang ada didepan kemudian akan terdengar bunyi beep dan lampu menyala. Setelah menyala cukup tekan tombol yang ada disamping untuk menyalakan WiFi. Kemudian anda tinggal membuka applikasi di smartphone.

Review Action Camera Xiaomi Yi by redto-black.web.id

aplikasi untuk control xiaomi yi

Review Action Camera Xiaomi Yi by redto-black.web.id

Tampilan Awal Aplikasi Yi Action

Untuk koneksi ke kamera, tekan tombol hijau. Lalu pilih jenis kameranya.

Review Action Camera Xiaomi Yi by redto-black.web.id

Pilihan Jenis Kamera Applikasi Yi Action

Berhubung yang saya beli adalah versi 1 jadi saya pilih Yi Action Camera 1. Aplikasi akan melakukan scanning.

Review Action Camera Xiaomi Yi by redto-black.web.id

Setelah terhubung dengan camera, anda bisa melakukan control & setting cameranya.

Featurenya, untuk record video ada feature timelapse, image juga ada timelapse. Serta settingan kualitas record & gambarnya.

Dari segi penggunaan, action camera ini termasuk agak ribet. Karena entah kenapa kadang susah tersambung WiFinya. Akan tetapi kadang juga mudah. Berbeda dengan action camera yang builtin monitor. Selain itu action camera ini lumayan cepat panas, apalagi jika digunakan untuk record video.

Berikut beberapa hasil jepretan camera & record videonya

Review Action Camera Xiaomi Yi

Foto ini saat sore hari, lokasi di pantai Teleng Ria Pacitan. Diambil pada tanggal 27 Januari 2017.

Review Action Camera Xiaomi Yi

Foto ini saat sore hari, lokasi di pantai Teleng Ria Pacitan. Diambil pada tanggal 27 Januari 2017.

 

Unboxing Xiaomi Yi Action Camera by redto-black.web.id 31/01/2017

Posted by nugroho in computer share, motor, Review, uncompiled script.
Tags: , , , , , ,
4 comments

Unboxing Xiaomi Yi Action Camera. Yap, setelah mempertimbangkan dana dan kebutuhan selama beberapa hari, akhirnya saya memutuskan untuk meminang Xiaomi Yi. Action camera keluaran Xiaomi ini telah memikat hati saya. Namun cukup membingungkan juga ketika memilih di toko online (tokopedia, bukalapak, lazada dll). Karena banyak sekali varian dan bundling paketnya. Sehingga sedikit membingungkan untuk memilih mana yang pas untuk kebutuhan saya. Saya bukan vlogger, hanya saja senang untuk mendokumentasikan perjalanan saya. Dengan pertimbangan ini, saya pasti membutuhkan waterproof case(WP) dan beberapa mounting. Terutama mounting di helm. Selain itu saya juga membutuhkan tongsis dan memory yang mencukupi untuk dokumentasinya. Karena sudah dipastikan hasil rekaman dari action camera terutama yang sudah HD pasti memiliki kapasitas yang besar.

Akhirnya setelah lama browsing dan membandingkan harga serta isi paketan. Saya memilih paket Xiaomi Yi International include memory Toshiba 16 GB, WP Case & Tongsis. Di toko yang saya pilih di tokopedia paketan ini dihargai senilai Rp. 1.070.000 . Sudah saya lihat berkali-kali dan saya sorting ini yang termurah dari semua yang saya temukan. Setelah diputuskan membeli, saya pilih expedisi pengiriman J&T yang kebetulan saat itu sedang ada promo gratis ongkos kirim senilai Rp. 20.000. Jadilah saya bisa mendapat gratis ongkos kirim. Senin 23 Januari 2017 pagi saya melakukan transaksi. Sorenya pada pukul 15.30 sudah mendapat update jika barang sudah dikirim. Kemudian pada hari Rabu 25 Januari 2017 sekitar pukul 16.00 barang sudah saya terima. Lumayan cepat ternyata.

Unboxing Xiaomi Yi Action Camera. Lanjut, setelah paketan diterima saatnya dibongkar. Kemasan Xiaomi Yi ini sangat mini. Mirip dengan model kemasan handphone model sekarang yang irit-irit.

Di dalam kemasan yang irit ini berisikan 1 camera xiaomi yi, 1 baterai, 1 kabel micro usb pendek dan manual serta garansi.

Unboxing Xiaomi Yi Action Camera

Tambahan dari paket pembelian saya ada WP case, tongsis & sdcard 16GB merk toshiba tipe exceria

Unboxing Xiaomi Yi Action Camera

Unboxing Xiaomi Yi Action Camera. Test pakai cameranya, oh iya xiaomi yi ini tidak ada chargernya ya alias dijual terpisah. Jadi saya gunakan charger MI 4c saya untuk chargenya. Dimensi xiaomi yi ini mirip dengan Kogan panjang 6cm, tinggi 4cm dan tebal 2cm. Xiaomi yi ini tidak ada displaynya, untuk kontrol dan setting menggunakan koneksi WiFi dan aplikasi android bernama Yi Action. Cukup mudah, tinggal install aplikasinya dari play store kemudian nyalakan WiFinya lalu buka aplikasinya pilih jenis kameranya dan aplikasi akan mencari sendiri. Setelah tersambung anda bisa melakukan perubahan setting, ambil gambar, rekam video dan pastinya download hasilnya. Untuk cara lengkapnya nanti akan saya bahas diartikel lain. Selain itu untuk beratnya, xiaomi yi terasa lebih berat dibanding kogan. Mungkin karena campuran materialnya, kogan dominan plastik.

Berikut hasil foto indoornya

Unboxing Xiaomi Yi Action Camera

Itu hasil dari camera yang ada didalam WP case. Berikut untuk hasil recordnya, meskipun hasil upload youtube belum tentu sama dengan aslinya, karena proses kompresi dan sebagainya. Tapi menurut saya hasilnya bagus dibandingkan dengan hasil kamera kogan saya sebelumnya. (baca :Review Kogan Actioncam)

Sedikit minus yang saya temukan, entah karena kualitas WP casenya atau karena apa. Saat saya test record terlihat embun di WP casenya.

Unboxing Xiaomi Yi Action Camera

Semoga awet dan semakin banyak dokumentasinya. Amin.