Mencoba velg 17″ tapak lebar

Melihat kondisi ban belakang Scorpio saya sudah seperti berubah tipe saja, dari ban all purpose menjadi ban slick ( baca aus, halus, botak ), sebenarnya ban ini belum pernah bocor hanya ada beberapa paku yang nyangkut tapi tidak sampai merobek ban luar dan ban dalamnya, akan tetapi karena usia yang sudah 2 tahun dan juga sudah botak ditengah (gak bisa miring-miring, jadi tengahnya saja yang habis) membuat saya bertekad bulat ngumpulin dana untuk merombak area kaki-kaki dengan mengganti ban dan velg, saya memilih velg merk chemco ukuran 2.5×17 untuk velg depan dan 3.5×17 untuk velg belakang yang ditebus senilai 1.3jt dari toko variasi di daerah Solo Baru dan ini sudah saya beli beberapa bulan lalu, lalu menyusul master rem dan kaliper rem belakang merk nissin chemco di bulan Mei senilai 800.000 rupiah. Kemudian di bulan Juni menebus disc cakram original Tiger Revo senilai 150.000 rupiah serta membeli kelengkapan lainnya, seperti baut-baut cakram, bearing roda depan belakang, bearing gear, damper naff gear, bushing roda, seal oli, yang mencapai total sekitar 400.000 rupiah. Kemudian di bulan Juli membeli satu set ban merk Swallow tipe SB-117 ukuran 100/80 x 17 untuk roda depan, 120/80 x 17 untuk roda belakang seharga 720.000 rupiah serta membuat bracket untuk dudukan master rem seharga 30.000 rupiah dan membeli spakbor old vixion senilai 70.000, setelah dirasa cukup materialnya akhirnya Sabtu 19 Juli 2014 lalu saya bawa motor dan semua perlengkapan itu ke bengkel dekat rumah setelah sebelumnya saya berunding dengan pemilik dan montirnya, karena bengkel ini lumayan ramai dan montirnya hanya 1 orang, akhirnya disepakati motor harus menginap maksimal dua hari di bengkel, ya mau gimana lagi, daripada saya harus bawa ban, velg plus kelengkapannya ke bengkel langganan yang cukup jauh, akhirnya saya pasrah dan mempercayakan pengerjaannya ke bengkel tersebut.

Sabtu sore, sempat sekali ngintip ke bengkel, motor masih dianggurin, belom dikerjakan sepertinya, ternyata baru masang ban ke velg saja, menunggu dengan sabar.

Minggu pagi kembali saya cek ke bengkel, masih belum dikerjakan juga, akan tetapi mekaniknya bilang kalau kepala baut untuk cakram belakangnya kurang tipis, harus cari baut yang lebih tipis, seperti punyanya satria fu katanya dan ternyata bengkelnya tidak punya, akhirnya saya bantuin nyari ke toko baut di daerah Nusukan Solo, sekalian beli baut buangan oli dan baut cakram depan, untuk cadangan. Baut sudah didapat, akhirnya saya serahkan ke mekanik dan saya lihat ban depan sudah dilepas untuk melepas piringan cakram yang ternyata harus memakai bantuan tukang las, karena bautnya susah dilepas. Kemudian saya tinggal lagi, untuk istirahat.

Sorenya, sekitar pukul 3 sore saya kembali ke bengkel, saya cek motor saya sudah tidak ada di bengkel dan roda depan belakang saya sudah dicopot, sambil nunggu akhirnya saya angkut pulang roda dan kelengkapannya yang tidak dipakai lagi, ternyata motor saya sedang dibawa ke tukang las untuk membuat tuas penghubung antara pedal rem dan ujung tuas master rem dan sedikit memotong dudukan kaliper rem karena mentok dengan swingarm, setelah beberapa saat menunggu akhirnya motor saya dibawa kembali ke bengkel, tinggal finishing, memasang tabung minyak rem dan setel rantai belakang. Dan Alhamdulillah, selesai

13 Comments

Leave a Reply