Balita dan motor matic

Balita dan motor matic, keselamatan berkendara, jangan biarkan balita bermain dengan motor matic, bahaya motor untuk anak kecil

Balita dan motor matic. Sebuah kombinasi kehidupan yang bisa membahayakan, siapa yang tidak senang melihat balitanya aktif. Riang bermain kesana-kemari, kursi dipanjat, tralis jendela dipanjat, motor diparkir dinaikin, ambil kunci sampai bisa menyalakan mesin motor sendiri. Mari kita fokuskan ke bahasan balita dan motor matic, kita mulai dari motor matic, rata-rata pabrikan di Indonesia sudah memberi sistem keamanan di motor matic, agar tidak bisa dinyalakan mesinnya tanpa handle rem ditekan atau jika side stand masih terpasang mesin tidak mau dinyalakan, meski belum semua seperti itu sih. Di rumah saya ada dua unit sepeda motor matic, satu keluaran Honda dan satu keluaran Suzuki, saya terbiasa memarkirkan motor dengan standart tengahnya. Kondisi seperti itu membuat anak saya bebas naik dan menyalakan motor dengan mudah tapi tidak dengan mesinnya, karena belum bisa menekan handle rem, sehingga mesin tetap tidak bisa menyala.

Balita dan motor matic. Namun apa jadinya jika kita biarkan balita naik motor matic yang sedang menyala mesinnya dan posisi balita ada di depan? Pastinya pernah lihat video di Youtube yang memperlihatkan anak kecil yang dibiarkan diatas motor matic yang mesinnya menyala? apa yang terjadi? Anak kecil tersebut tiba-tiba menarik handle gas yang menyebabkan motor melesat dan si anak terjatuh. Mirip seperti yang dialami anak saya dan ibu mertua.

Ceritanya pagi hari itu setelah membeli bubur untuk sarapan, ibu mertua mengajak anak saya, anak saya diposisikan berdiri di dek. Ketika sampai didepan rumah memasuki gerbang rumah, sementara ibu mertua melepas handle gas dan belum mematikan mesin motor, tiba-tiba anak saya memegang handle gas. Alhasil motor melaju kencang sampai akhirnya berhenti dengan posisi menabrak tembok. Headlamp dan slebor depan hancur, piringan cakram bengkok. Ibu mertua kaki kanan terjepit leher knalpot yang menyebabkan luka bakar dibagian betis bawah. Sementara anak saya terjatuh dan terbentur bagian pelipisnya. Tidak terlalu keras terbenturnya namun cukup membuat anak saya menangis lama.

Balita dan motor matic. Pada saat kejadian memang saya tidak ada di rumah, saya sedang dalam perjalanan pulang dari rumah orang tua saya menuju rumah mertua. Sampai di rumah mertua, saya hanya melihat bekas-bekasnya. Bukan masalah seberapa kerugiannya, namun kenapa hal ini bisa terjadi. Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita bersama, jauhkan anak-anak anda dari motor yang masih menyala tanpa pengawasan. Matikan mesin sebelum anda menurunkan anak/balita anda dari sepeda motor.

Be the first to comment

Leave a Reply