jump to navigation

[lanjutan] Touring Perdana bersama Keluarga & The Grey 19/03/2017

Posted by nugroho in uncompiled script.
Tags: , , , , ,
add a comment

Touring Perdana bersama Keluarga & The Grey. Melanjutkan cerita saya mengenai touring perdana saya, setelah dari pantai Teleng Ria kami kembali ke penginapan. Kamar yang saya pesan belum ada air panasnya, sehingga saya membawa heater untuk memanaskan air untuk mandi anak saya. Selesai memandikan anak gantian saya dan istri mandi. Beranjak sore hujan kembali mengguyur, padahal untuk malam ini kami tidak dapat makan malam dari hotel. Akhirnya setelah maghrib hujan mereda, saya manfaatkan waktu untuk keluar mencari makan. Iya saya memilih keluar hotel jalan kaki, meskipun saya bawa mobil. Karena kalau malam males nyetir. Ternyata tempat saya menginap agak jauh dari rumah makan, paling dekat ada angkringan dan restoran fastfood. Berhubung membawa anak, saya memilih beli ayam goreng & nasi di restoran fastfood. Sudah memesan dua porsi nasi ayam, saya baru ingat ternyata dompet tidak saya bawa dan hanya ada uang empat puluh ribu rupiah. Untungnya masih cukup untuk membayar makanannya. Kembali ke hotel ternyata anak saya sudah tidur pulas. Jadinya hanya saya dan istri yang makan.

Malam hari dipesisir memang identik dengan udara panas. Untungnya saya booking kamar ber AC, jadi anak saya masih bisa tidur tenang. Meskipun ACnya sedikit berisik. Pagi hari selesai sholat subuh dan bersih-bersih, belum mandi saya ajak anak dan istri saya keluar jalan-jalan sekalian menuju pantai Pancer. Pertama kami mampir dulu ke alun-alun Pacitan dulu.

Touring Perdana bersama Keluarga

Sayangnya semalam hujan, jadi anak saya tidak bebas bermain, tempat bermainnya basah.Touring Perdana bersama Keluarga

Selain jalan-jalan kami juga bertujuan untuk mencari sarapan bubur untuk anak saya. Selesai bermain-main akhirnya kami menemukan penjual bubur ayam. Saya membeli satu dibungkus untuk sarapan saya. Kemudian kami lanjut ke pantai Pancer, sedikit beruputar-putar, karena baru pertama kali saya ke pantai ini. Pantai pancer merupakan sisi lain dari pantai Teleng Ria.

Touring Perdana bersama Keluarga

Sangat mirip dengan Teleng Ria, namun ombak disini terasa lebih besar. Selain itu sekeliling pantai banyak ditumbuhi pohon cemara. Suasananya jadi terlihat segar.

Touring Perdana bersama Keluarga

Disini kami sempatkan untuk makan bubur ayam, cukup seporsi bertiga, karena anak saya makannya tidak banyak. Berhubung ombaknya lebih besar, anak saya takut untuk bermain seperti sebelumnya. Dia hanya berani bermain pasir di tepi pantai.

Touring Perdana bersama Keluarga

Selesai bermain kami kembali ke penginapan, tak lupa mampir untuk membeli sarapan di warung yang biasa saya pilih untuk makan di Pacitan seperti yang saya ceritakan disini. Sampai di penginapan kami langsung berberes-beres, mandi kemudian lanjut pulang. Tak lupa kami mampir untuk beli oleh-oleh tahu ikan dan sale pisang. Perjalanan dari Pacitan sampai Baturetno Wonogiri berlangsung lancar. Kami sempat berhenti untuk isi bensin juga. Selepas dari Baturetno hujan mengguyur deras, sangat deras sekali, ini kali pertama saya nyetir dalam kondisi hujan deras. Akhirnya dengan berjalan pelan-pelan kami sampai di kota Wonogiri, hujan masih mengguyur namun hanya sebentar saja. Alhamdulilah dengan menempuh jalur yang sama dengan jalan berangkat kami sampai di rumah sekitar puku 14.00. Sebuah touring perdana bersama keluarga yang sangat berkesan dengan saya, memberikan pengalaman menyetir sendiri dengan jarak yang lumayan jauh.

 

Review Mi 4c by redto-black.web.id 14/03/2017

Posted by nugroho in uncompiled script.
Tags: , , , ,
add a comment

Review Mi 4c by redto-black.web.id. Sudah hampir 3 bulan saya memakai Mi 4c saya. Handphone yang saya beli di toko online ini istimewa menurut saya. Terlepas dari issue barang refurbished, Mi 4c ini layak diacungi 2 jempol. Ya Mi 4c merupakan produk dari xiaomi yang sebenarnya tidak untuk dipasarkan di Indonesia. Selain itu ponsel keluaran tahun 2015 ini hanya memiliki varian warna White, grey, pink, yellow, blue. Sedangkan yang saya beli berwarna hitam doff, nah lo…. Yup, banyak yang berspekulasi produk ini merupakan hasil refurbished. Masuk akal juga sih, kan dirilis September 2015, dan saya baru beli di Desember 2016. Bisa jadi memang sudah stop produksi dan unit yang saya dapat ini memang hasil refurbished. Selain itu ada juga yang melakukan pembelaan, hanya casing/backdoornya saja yang diganti, karena casing yang aslinya dijual lagi dengan harga lebih tinggi. Atau untuk memenuhi penjualan sebelumnya yang request warna tertentu dan akhirnya mengorbankan barang yang tersisa dan di beri casing/backdoor yang tidak asli.

Issuenya untuk Mi 4c refurbished itu berciri-ciri, casing/backdoor hitam doff, mika bening penutup flash camera polos tidak ada guratan-guratan bulat, sim tray yang tidak ada angka 1 dan 2 sebagai pembeda lokasi sim1 dan sim2. Dan sinyalnya sering bermasalah. Awalnya sih saya juga was-was dengan Mi 4c saya, karena pembelian online, pastinnya lebih ribet kalau harus urus garansi. Namun setelah pemakaian dua bulan ini rasa was-was itu hilang sudah. Meskipun ciri-cirinya hampir semua masuk, kecuali sinyalnya. Sinyal Mi 4c saya normal-normal saja. Awalnya saya sempat membanding-bandingkan dengan beberapa tipe yang lain, namun entah kenapa meski Mi 4c termasuk produk lawas, saya tetap memilihnya.

Tidak ada moding yang saya lakukan terhadap Mi 4c saya, hanya penggantian ROM abal-abal ke ROM EU. Kenapa rom abal-abal? iya, karena pada dasarnya Mi 4c merupakan produk yang hanya keluar di China, jadi rom globalnya tidak ada. Rom yang dipasang rata-rata merupakan rom modifikasi masing-masing distributor yang melakukan import produk ini. Kenapa dimodifikasi distributor? karena rom aslinya full bahasa China, dan tidak ada software-software umum yang ada di handphone android. Jadi agar bisa dipasarkan di Indonesia, pastilah diganti dengan rom modifikasi yang ada bahasa indonesianya dan yang lengkap dengan Google Playstore dan sebagainya. Kenapa saya menggantinya? karena rom abal-abal ini merugikan menurut saya, sering sekali muncul iklan-iklan yang menggangu. Kenapa memilih rom EU untuk penggantinya? karena dari beberapa saran, rom EU ini lumayan stabil dan enak dipakai, daripada custom rom yang lainnya. Minusnya di rom EU ini tidak ada bahasa indonesia, bagi saya sih tidak masalah, karena saya terbiasa pakai bahasa inggris, malah aneh kalau pakai bahasa indonesia.

Sampai saat ini masih belum ada kendala yang saya temui pada Mi 4c saya ini. Sudah dua kali jatuh sampai hardcasenya retak pun tidak ada masalah. Hanya saja beberapa kali saat berpergian naik motor ataupun mobil, saat handphone ini saya masukkan dalam tas dan cuaca panas muncul warning bahwa suhu baterai hampir mendekai 45 derajad celcius. Namun mudah saja, tinggal dimatikan sebentar warning itupun hilang dan handphone tetap bekerja secara normal.

Review Mi 4c by redto-black.web.id

Ini tampilan Mi 4c saya sekarang. Memakai bacdoor warna pink, iya karena yang warna hitam untuk tombol power & volumenya sudah mulai mengelupas catnya. Selain itu kebetulan saya menemukan penjual backdoor original yang dekat dengan rumah saya dan harga murah, sayangnya hanya ada warna pink saja. Namun backdoor ini sangat bagus kualitasnya, benar-benar ori.

Review Mi 4c by redto-black.web.id

Tinggal mencari hardcase saja, untuk menutupi kecentilannya. Agar tidak ada ibu-ibu yang kepengen sama backdoor imut saya lagi. hehehe.

 

 

Launching Suzuki GSX-R 150 & GSX-S 150 area Jawa Tengah 05/03/2017

Posted by nugroho in motor, uncompiled script.
Tags: , , , , ,
3 comments

Sabtu 4 Maret 2017, Suzuki Indomobil Sales melakukan Launching produk motor sport terbarunya, Suzuki GSX-R 150 & GSX-S 150. Acara ini dilaksanakan bertempat di Hotel Ciputra simpang lima Semarang. Dihadiri brand ambassador Suzuki GSX-R 150 Anindya Kusuma Putri, putri Indonesia tahun 2015 dan Den Dimas, Youtube motovlogger. Dimulai sekitar pukul duabelas siang acara diawali dengan makan siang, press conference dan dilajutkan city tour. Suzuki mengundang blogger, media dan konsumen pemilik GSX-R area Semarang.

Setelah makan siang selesai acara dilanjutkan press conference. Dalam press conference ini semua yang hadir dipersilahkan untuk memberikan pertanyaan terkait produk baru ini serta pertanyaan lain yang bersangkutan dengan Suzuki.

Launching Suzuki GSX-R 150 & GSX-S 150

Den Dimas – Anindya – Mr. Morikawa Daigo – Pak Agam – Pak Yudi

Ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan dari hadirin, beberapa pertanyaan yang menarik dan sempat saya catat sebagai berikut :

“Sampai kapan promo harga penjualan Suzuki GSX-R 150 & GSX-S 150 berlaku ?”

Promo penjualan Suzuki GSX-R 150 dengan harga 28,9 juta dan Suzuki GSX-S 24,9 juta OTR untuk wilayah Jawa Tengah berlaku hingga akhir bulan Maret 2017 ini.

Bagaimana jaminan service dan sparepart dari Suzuki, karena mindset orang Indonesia menganggap sparepart Suzuki mahal ?

Jaringan bengkel resmi Suzuki motor Indonesia sudah luas, jadi dipastikan jaminan service terbaik akan tetap didapatkan konsumen. SGP (Suzuki Genuine Parts) jika dbandingkan dengan sparepart motor merk lain harganya tidak jauh lebih mahal, dan dipastikan kualitasnya original bukan abal-abal.

Suzuki pernah berjaya dengan motor sportnya dulu kala dan varian trail juga ada yang melegenda bahkan harga jual bekasnya lebih tinggi, kapan Suzuki akan kembali menghadirkan model tersebut dan kanpan varian 250 cc akan dihadirkan?

Untuk varian trail masih dalam wacana, untuk varian 250 cc sudah dikonsepkan, dan sudah dalam planning.

Itulah beberapa pertanyaan yang sempat dilontarkan media, blogger dan konsumen Suzuki. Saya sendiri masih bertanya-tanya, kenapa brand yang dipilih adalah GSX, kenapa bukan FXR reborn? FXR yang memiliki teknologi & desain bagus di masanya, di masa dimana pesaing belum memikirkan DOHC, tetapi FXR sudah datang dengan DOHCnya.

Launching Suzuki GSX-R 150 & GSX-S

Applause untuk Suzuki, dimana akhirnya Suzuki ikut berdarah-darah masuk ke kelas sport & naked sport 150 cc di tanah air. Dimana sebelumnya Suzuki telah merajai kelas 150cc underbone melalui Suzuki Satria FU. Dan boleh dibilang terlalu dinina bobo kan dengan kejayaan Satria FU, akhirnya kini comeback dengan senjata barunya. Senjata baru dengan desain yang unik, tidak pasaran, asli, sementara tetangga sebelah masih beradu mengenai siapa meniru siapa. Semoga Sukses Suzuki.

Ferris Wheel Sindu Kusuma Edupark 14/02/2017

Posted by nugroho in uncompiled script.
Tags: , , , , ,
add a comment

Ferris Wheel Sindu Kusuma Edupark. Atau yang disebut Cakra Manggilingan. Yang diklaim tertinggi di Indonesia ini memiliki titik tertinggi 52 Meter. Istri sudah ngebet lama sekali pengen main ke Sindu Kusuma Edupark dan naik Ferris Wheelnya. Sampai-sampai rela main ke pasar malem naik Ferris Wheel versi traditional dulu untuk mengobati ngidamnya. Hahaha. Sebenarnya saya pun sudah dari tahun lalu berencana main kesini, namun baru tahun 2017 ini terwujud. Dulu rencananya ke jogja naik kereta karena usia anak, tapi sekarang karena anak sudah berusia diatas 1 tahun dan sudah beberapa kali diajak perjalanan jauh dengan sepeda motor, jadinya ya motoran saja. Hehehe.

Jarak rumah sampai Sindu Kusuma Edupark yang berlokasi di Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta sekitar 60KM. Secara hitungan tidak terlalu beda dengan jarak ke Cimory atau Tawangmangu. Yang pernah ditempuh anak saya dalam dekapan gendongan istri saya yang membonceng. Dan ternyata benar, untuk waktu tempuh juga hampir sama dan anak sayapun mau tidur dengan tenang sampai mendekati lokasi baru bangun, karena saya berhenti dulu di pom bensin jalan magelang untuk cari jalan yang benar menuju lokasinya.

Sampai di SKE sekitar pukul 9 an dan matahari bersinar dengan terangnya. Tujuan pertama adalah naik Ferris Wheel yang diidamkan istri. Oh ya, untuk tiket masuknya kita bisa membeli tiket terusan senilai tujuh puluh ribu, dan kami hanya membayar untuk dua orang. Karena anak saya belum masuk hitungan tinggi badanya masih dibawah delapanpuluh lima centimeter. Atau cukup membayar tiket masuk saja lalu mmemilih wahana tertentu dan membayarnya langsung di loket yang sudah ada. Keuntungan tiket terusan ini, kita bisa main di wahana yang sama sepuasnya.

Balik ke Ferris Wheel Sindu Kusuma Edupark, kira-kira diameternya lima belas meteran lah, kecepatan berputarnya termasuk middle menurut saya, tidak lambat dan tidak terlalu cepat. Karena Ferris Wheel ini selalu berputar, jadinya untuk naik ke kabinnya kita harus sedikit berjalan seperti kalau terbiasa naik bus yang stop and go. hehehe. Setelah masuk ke kabin, untuk keselamatan pintu akan ditutup dan hanya bisa dibukan dari luar. Awal naik kabinnya sedikit terombang-ambing sesuai keseimbangan berat penumpangnya tapi akan kembali stabil setelah berjalan normal. Dan setelah berjalan terasa panas…. iya ruangan kecil sedikit ventilasinya dan memang matahari sedang cerah. Tak ayal akhirnya sayapun berkeringat. Untuk Ferris Wheel ini kami hanya satu putaran saja, karena tidak tahan dengan panasnya.Ferris Wheel Sindu Kusuma Edupark

Selesai dengan Ferris Wheel Sindu Kusuma Edupark kami lanjut main prosotan dan ayunan yang disukai anak saya. Lalu lanjut naik sepur mini yang membuat anak saya bisa mengoceh sendiri di perjalanannya. Kemudian istirahat sebentar, sebelum istri saya mencoba permainan ini, entah apa namanya. Tapi pihak Sindu Kusuma Edupark menyebutnya Kursi Mabur.

Sindu Kusuma Edupark

Berhubung untuk wahana ini anak kecil tidak bisa ikut dan saya sendiri tidak berminat akhirnya hanya istri saya yang mencobanya. Selesai dari wahana ini kami lanjut mencoba wahana sepur kluthuk, kali ini benar2 sepur yang jalan di rel, beda dengan sepur mini yang jalan di aspal. Selesai dengan sepur kluthuk, kami lanjutkan ke game center. Di game center terdapat pula permainan untuk anak-anak. Di game center ini sistemnya menggunakan tapping card. Jadi kita beli dulu kartu ke kasir beserta saldonya. Baru jika akan bermain kita tinggal tap cardnya ke reader yang sudah ada ditiap mesin. Anak saya sangat suka dengan odong-odong, jadi beberapa permaian yang mirip dengan odong-odong dicobain semua. Saya juga mencoba beberapa permainan yang berhadiah tiket yang bisa ditukar dengan hadiah. Namun sayangnya hanya sedikit yang bisa saya kumpulkan. Sekitar pukul setengah dua siang kami pulang, takut jika hujan mengguyur. Dan sekitar pukul setengah tiga kami sudah sampai di rumah, Alahamdulillah tidak kehujanan.