Take Rest For a While

Take Rest For a While. Aktifitas menulis saya di blog ini memang tidak begitu banyak, hanya kadang-kadang saja menulis, kali ini saya akan bercerita sedikit mengenai apa saja yang saya alami akhir-akhir ini. Mulai bulan Januari kemarin Alhadulillah istri saya dipercaya untuk mengandung jabang bayi kami setelah tiga tahun umur pernikahan kami, kami benar-benar berhati-hati kali ini, karena pengalaman sekitar satu setengah tahun lalu istri pernah harus kuret karena keguguran, selama kehamilan kali ini saya tidak pernah berani memboncengkan istri menggunakan Scorpio saya, kami selalu memakai Spacy jika diperlukan untuk pergi bersama ataupun saat saya antar jemput istri bekerja. Istri saya sempat berpindah tempat kerja karena ada perubahan kepemilikan regional pelayanan di wilayah Boyolali sehingga status karyawan yang tadinya karyawan perusahaan A menjadi perusahaan B namun dengan teman kerja dan pekerjaan yang sama, tetapi jam kerjanya begitu berbeda, semula istri saya bisa berangkat dan pulang dengan ontime namun di perusahaan barunya harus pulang malam, bahkan lebih malam dari saya yang terbiasa pulang sekitar waktu sholat maghrib. Akhirnya setelah kurang lebih empat bulan di perusahaan baru istri saya memutuskan untuk resign dan istirahat di rumah sekaligus menjaga kandungannya. Sekarang usia kandungan istri saya memasuki bulan ke 8, banyak cerita saya kami alami dalam menghadapi kehamilan istri saya ini, terutama saya, ada motifasi tersendiri untuk menabung, untuk meluangkan waktu bersama istri untuk memperhatikan kondisi kandungan istri saya dan tentunya mengamati gerakan-gerakan dari bayi kami yang mulai terasa di usia kandungan yang ke 5 bulan, rasanya sungguh luar biasa dan tidak bisa tergambarkan.

Take Rest For a While. Selama bulan ramadhan kemarin istri tetap ikut puasa, tentunya dengan saran dan arahan dari dokter kandungannya, dimana saat sahur dan buka puasa istri saya harus mengkonsumsi makanan yang mencukupi kebutuhan mereka berdua, dan istri saya diminta untuk selalu memperhatikan gerakan bayi kami yang masih ada di dalam kandungan.

Saya sering kali menyapa bayi kami, entah saat bangun tidur atapun saat berangkat tidur, kadang istri protes karena tadinya bayi kami sudah tenang menjadi bergerak-gerak tidak karuan setelah saya elus-elus perut ibunya.. he he he. Suatu hal yang mungkin akan atau sudah dialami bagi yang menjadi suami. Rasa bahagia dan rasa haru bercampur aduk.

Take Rest For a While. Beralih ke cerita saya, akhir libur lebaran kemarin saya dan teman-teman berrencana untuk riding pagi ke Tawangmangu Karanganyar, rencana pertama tanggal 19 Juli namun akhirnya mundur ke tanggal 26 Juli, seperti dulu kami memlihi untuk berangkat pagi, saya start dari Boyolali sebelum Subuh sekitar pukul 3.45 berangkat, kemudian menuju Purwosari Solo sebagai titik kumpul pertama kemudian melanjutkan riding ke arah Tawangmangu sambil menunggu waktu Sholat Subuh, sesampainya di Jaten Karanganyar sudah terdengar kumandang adzan dan kamipun mencari masjid untuk menunaikan ibadah sholat Subuh, namun belum jadi kami berhenti kami malah mengalami insiden, saya yang berkendara didepan di ikuti teman saya di belakang mengalami crash saat saya hendak minggir menepi mencari masjid, entah karena kurang konsentrasi atau bagaimana, saya yang sudah berjalan pelan di bagian kiri jalan bisa di sundul oleh teman saya dari belakang bagian kanan. Kami pun ambruk bersama di jalan, saya terhimpit motor saya dan motor teman saya semantara teman saya jatuh ke aspal, motor kami tidak terlalu parah kondisinya, namun teman saya ini jatuh dengan bahu menghantam aspal dan merasakan ada yang aneh dengan bahunya, setelah kami bisa menepikan motor dan mengecek kodisi kami masing-masing akhirnya kami titip kan motor teman saya dan saya boncengkan teman saya untuk ke rumah sakit tentunya setelah saya sholat subuh, sesampainya dirumah sakit registrasi dan mengantri di UGD teman saya diminta untuk rontgen, dari hasil rontgen ini akhirnya ketahuan jika tulang clavicula kanan mengalami patah dua bagian, berhubung hari minggu dari pihak rumah sakit tidak bisa melakukan operasi harus menunggu hari senin teman saya ini meminta diantar pulang dahulu. Sesampainya di rumah teman saya keluarganya menyarankan untuk mencari rumah sakit yang lain yang bisa operasi hari itu juga karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah teman saya bisa istirahat saya meminta ijin untuk pulang karena saya juga belum mengabakan kondisi saya saat itu ke keluarga saya, sampai dirumah baru saya bercerita kepada istri dan ibu mertua saya, kemudian saya lanjut mandi dan memeriksa apakah ada bagian tubuh yang sakit dengan cara saya tekan-tekan di bagian tubuh kanan, karena posisi kamu jatuh ke kanan, dan Alhamdulillah tidak ada yang terasa sakit hanya otot-otot yang tegang dan terasa kaku setelah beberapa saat saya istirahat. Siang hari saya ditelepon teman saya, mengabarkan jika teman saya ini masuk ke rumah sakit khusus bedah yang melayani operasi selama 24 jam dalam seminggu dan meminta bantuan saya mengatarkan keluarganya untuk mengambil motor yang dititipkan tadi. Akhirnya saya antar keluarganya ke lokasi dan motorpun kami bawa pulang dengan dikendarai normal, karena tidak ada kerusakan yang fatal. Selesai dengan urusan motor saya mampir ke rumah sakit tempat teman saya di rawat, dan ternyata teman saya dijanjikan untuk dioperasi pada malam harinya. Berhubung teman saya ini memanfaatkan fasilitas BPJS akhirnya kami bnutuh keterangan dari kepolisian, dan saya diminta membantu untuk mengurus ke kepolisian, kemudian saya meminta bantuan teman saya yang bekerja di kepolisian Karanganyar mengenai kejadian yang kami alami, dari teman saya ini kami diminta untuk membuat kronologi dan menumpulkan SIM, STNK dan tanda pengenal dari saksi kejadian agar bisa dibantu mempercepat proses keterangannya di hari Seninnya, dan Seninnya saya ke Satlantas Karanganyar untuk melaporkan kejadian kecelakaan itu dan ternyata dari pihak kepolisian menyarankan untuk mengurus Jasa Raharjanya dulu, baru apabila ada kekurangan bisa menggunakan BPJSnya, setelah mengisi formulir dan motor kami difoto akhirnya saya mendapat surat keterangan dari kepolisian untuk dibawa ke Samsat bagian Jasa Raharja untuk mengurus jaminan resmi dari Jasa Raharja bahwa teman saya ini benar-benar terjamin oleh Jasa Raharja senilai 10 juta rupiah, yang setelah kami cocokan dengan biasaya rumah sakit sudah bisa mencukupi untuk biaya operasi tersebut. Akhirnya Senin sore teman saya sudah boleh pulang.

Take Rest For a While. Kejadian ini cukup menjadi pelajaran bagi kami, untuk lebih berhati-hati di jalan dan selalu menjaga konsentrasi saat berkendara. Dan kejadian ini membuat keluarga saya sedikit skeptis terhadap saya, saya disegel sampai enam bulan kedepan agar tidak pergi jauh-jauh dan mempersiapkan sebaik mungkin proses melahirkan anak kami nantinya.

4 Comments

Mas Bro Gan Sob, Silahkan dikomentari, gratis kok