Ferris Wheel Sindu Kusuma Edupark

Ferris Wheel Sindu Kusuma Edupark

Ferris Wheel Sindu Kusuma Edupark. Atau yang disebut Cakra Manggilingan. Yang diklaim tertinggi di Indonesia ini memiliki titik tertinggi 52 Meter. Istri sudah ngebet lama sekali pengen main ke Sindu Kusuma Edupark dan naik Ferris Wheelnya. Sampai-sampai rela main ke pasar malem naik Ferris Wheel versi traditional dulu untuk mengobati ngidamnya. Hahaha. Sebenarnya saya pun sudah dari tahun lalu berencana main kesini, namun baru tahun 2017 ini terwujud. Dulu rencananya ke jogja naik kereta karena usia anak, tapi sekarang karena anak sudah berusia diatas 1 tahun dan sudah beberapa kali diajak perjalanan jauh dengan sepeda motor, jadinya ya motoran saja. Hehehe.

Jarak rumah sampai Sindu Kusuma Edupark yang berlokasi di Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta sekitar 60KM. Secara hitungan tidak terlalu beda dengan jarak ke Cimory atau Tawangmangu. Yang pernah ditempuh anak saya dalam dekapan gendongan istri saya yang membonceng. Dan ternyata benar, untuk waktu tempuh juga hampir sama dan anak sayapun mau tidur dengan tenang sampai mendekati lokasi baru bangun, karena saya berhenti dulu di pom bensin jalan magelang untuk cari jalan yang benar menuju lokasinya.

Sampai di SKE sekitar pukul 9 an dan matahari bersinar dengan terangnya. Tujuan pertama adalah naik Ferris Wheel yang diidamkan istri. Oh ya, untuk tiket masuknya kita bisa membeli tiket terusan senilai tujuh puluh ribu, dan kami hanya membayar untuk dua orang. Karena anak saya belum masuk hitungan tinggi badanya masih dibawah delapanpuluh lima centimeter. Atau cukup membayar tiket masuk saja lalu mmemilih wahana tertentu dan membayarnya langsung di loket yang sudah ada. Keuntungan tiket terusan ini, kita bisa main di wahana yang sama sepuasnya.

Balik ke Ferris Wheel Sindu Kusuma Edupark, kira-kira diameternya lima belas meteran lah, kecepatan berputarnya termasuk middle menurut saya, tidak lambat dan tidak terlalu cepat. Karena Ferris Wheel ini selalu berputar, jadinya untuk naik ke kabinnya kita harus sedikit berjalan seperti kalau terbiasa naik bus yang stop and go. hehehe. Setelah masuk ke kabin, untuk keselamatan pintu akan ditutup dan hanya bisa dibukan dari luar. Awal naik kabinnya sedikit terombang-ambing sesuai keseimbangan berat penumpangnya tapi akan kembali stabil setelah berjalan normal. Dan setelah berjalan terasa panas…. iya ruangan kecil sedikit ventilasinya dan memang matahari sedang cerah. Tak ayal akhirnya sayapun berkeringat. Untuk Ferris Wheel ini kami hanya satu putaran saja, karena tidak tahan dengan panasnya.Ferris Wheel Sindu Kusuma Edupark

Selesai dengan Ferris Wheel Sindu Kusuma Edupark kami lanjut main prosotan dan ayunan yang disukai anak saya. Lalu lanjut naik sepur mini yang membuat anak saya bisa mengoceh sendiri di perjalanannya. Kemudian istirahat sebentar, sebelum istri saya mencoba permainan ini, entah apa namanya. Tapi pihak Sindu Kusuma Edupark menyebutnya Kursi Mabur.

Sindu Kusuma Edupark

Berhubung untuk wahana ini anak kecil tidak bisa ikut dan saya sendiri tidak berminat akhirnya hanya istri saya yang mencobanya. Selesai dari wahana ini kami lanjut mencoba wahana sepur kluthuk, kali ini benar2 sepur yang jalan di rel, beda dengan sepur mini yang jalan di aspal. Selesai dengan sepur kluthuk, kami lanjutkan ke game center. Di game center terdapat pula permainan untuk anak-anak. Di game center ini sistemnya menggunakan tapping card. Jadi kita beli dulu kartu ke kasir beserta saldonya. Baru jika akan bermain kita tinggal tap cardnya ke reader yang sudah ada ditiap mesin. Anak saya sangat suka dengan odong-odong, jadi beberapa permaian yang mirip dengan odong-odong dicobain semua. Saya juga mencoba beberapa permainan yang berhadiah tiket yang bisa ditukar dengan hadiah. Namun sayangnya hanya sedikit yang bisa saya kumpulkan. Sekitar pukul setengah dua siang kami pulang, takut jika hujan mengguyur. Dan sekitar pukul setengah tiga kami sudah sampai di rumah, Alahamdulillah tidak kehujanan.

Be the first to comment

Mas Bro Gan Sob, Silahkan dikomentari, gratis kok