Review Mi 4c by redto-black.web.id

Review Mi 4c by redto-black.web.id

Review Mi 4c by redto-black.web.id. Sudah hampir 3 bulan saya memakai Mi 4c saya. Handphone yang saya beli di toko online ini istimewa menurut saya. Terlepas dari issue barang refurbished, Mi 4c ini layak diacungi 2 jempol. Ya Mi 4c merupakan produk dari xiaomi yang sebenarnya tidak untuk dipasarkan di Indonesia. Selain itu ponsel keluaran tahun 2015 ini hanya memiliki varian warna¬†White, grey, pink, yellow, blue. Sedangkan yang saya beli berwarna hitam doff, nah lo…. Yup, banyak yang berspekulasi produk ini merupakan hasil refurbished. Masuk akal juga sih, kan dirilis September 2015, dan saya baru beli di Desember 2016. Bisa jadi memang sudah stop produksi dan unit yang saya dapat ini memang hasil refurbished. Selain itu ada juga yang melakukan pembelaan, hanya casing/backdoornya saja yang diganti, karena casing yang aslinya dijual lagi dengan harga lebih tinggi. Atau untuk memenuhi penjualan sebelumnya yang request warna tertentu dan akhirnya mengorbankan barang yang tersisa dan di beri casing/backdoor yang tidak asli.

Issuenya untuk Mi 4c refurbished itu berciri-ciri, casing/backdoor hitam doff, mika bening penutup flash camera polos tidak ada guratan-guratan bulat, sim tray yang tidak ada angka 1 dan 2 sebagai pembeda lokasi sim1 dan sim2. Dan sinyalnya sering bermasalah. Awalnya sih saya juga was-was dengan Mi 4c saya, karena pembelian online, pastinnya lebih ribet kalau harus urus garansi. Namun setelah pemakaian dua bulan ini rasa was-was itu hilang sudah. Meskipun ciri-cirinya hampir semua masuk, kecuali sinyalnya. Sinyal Mi 4c saya normal-normal saja. Awalnya saya sempat membanding-bandingkan dengan beberapa tipe yang lain, namun entah kenapa meski Mi 4c termasuk produk lawas, saya tetap memilihnya.

Tidak ada moding yang saya lakukan terhadap Mi 4c saya, hanya penggantian ROM abal-abal ke ROM EU. Kenapa rom abal-abal? iya, karena pada dasarnya Mi 4c merupakan produk yang hanya keluar di China, jadi rom globalnya tidak ada. Rom yang dipasang rata-rata merupakan rom modifikasi masing-masing distributor yang melakukan import produk ini. Kenapa dimodifikasi distributor? karena rom aslinya full bahasa China, dan tidak ada software-software umum yang ada di handphone android. Jadi agar bisa dipasarkan di Indonesia, pastilah diganti dengan rom modifikasi yang ada bahasa indonesianya dan yang lengkap dengan Google Playstore dan sebagainya. Kenapa saya menggantinya? karena rom abal-abal ini merugikan menurut saya, sering sekali muncul iklan-iklan yang menggangu. Kenapa memilih rom EU untuk penggantinya? karena dari beberapa saran, rom EU ini lumayan stabil dan enak dipakai, daripada custom rom yang lainnya. Minusnya di rom EU ini tidak ada bahasa indonesia, bagi saya sih tidak masalah, karena saya terbiasa pakai bahasa inggris, malah aneh kalau pakai bahasa indonesia.

Sampai saat ini masih belum ada kendala yang saya temui pada Mi 4c saya ini. Sudah dua kali jatuh sampai hardcasenya retak pun tidak ada masalah. Hanya saja beberapa kali saat berpergian naik motor ataupun mobil, saat handphone ini saya masukkan dalam tas dan cuaca panas muncul warning bahwa suhu baterai hampir mendekai 45 derajad celcius. Namun mudah saja, tinggal dimatikan sebentar warning itupun hilang dan handphone tetap bekerja secara normal.

Review Mi 4c by redto-black.web.id

Ini tampilan Mi 4c saya sekarang. Memakai bacdoor warna pink, iya karena yang warna hitam untuk tombol power & volumenya sudah mulai mengelupas catnya. Selain itu kebetulan saya menemukan penjual backdoor original yang dekat dengan rumah saya dan harga murah, sayangnya hanya ada warna pink saja. Namun backdoor ini sangat bagus kualitasnya, benar-benar ori.

Review Mi 4c by redto-black.web.id

Tinggal mencari hardcase saja, untuk menutupi kecentilannya. Agar tidak ada ibu-ibu yang kepengen sama backdoor imut saya lagi. hehehe.

 

 

Be the first to comment

Mas Bro Gan Sob, Silahkan dikomentari, gratis kok