4

Pengalaman Pertama Sederhana Dengan Smart Band Xiaomi Mi Band 2

pengalaman pertama sederhana dengan Smart Band Xiaomi Mi Band

Mas Bro Gan Sob, kembali lagi dengan artikel ulasan sederhana dari rtb, kali ini rtb akan membahas mengenai pengalaman pertama sederhana dengan Smart Band Xiaomi Mi Band 2. Kenapa ada kata sederhana ya? ya karena memang ulasan ini hanya sederhana saja, alasan dari membeli smart band ini juga hanya sederhana saja, tujuan pemakaiannya juga hanya sederhana saja. Langsung saja disimak ulasannya mas bro gan sob!

rtb sebenarnya tidak terlalu paham dengan jenis-jenis smart band yang sudah beredar itu apa saja, dan rtb juga tidak tahu urutan dari generasi Xiaomi Mi Band ini, apakah ada versi sebelumnya, ataukah versi terbarunya apa. Pada saat rtb membeli smart band ini, rtb hanya memperhatikan harganya, mana yang murah dan mana yang bisa langsung dibeli. Tidak peduli apapun ulasan negatif maupun positifnya.

rtb membeli smart band Xiaomi Mi Band 2 ini sekitar bulan Agustus tahun 2018, rtb tidak beli baru, namun bekas tapi menurut penjualnya malah belum dipakai sama sekali, karena hanya dibuka dari box dan dimasukkan lagi. Infonya sih dia dulunya membeli hanya untuk mendapatkan cashback dari salah satu marketplace online di Indonesia.

Alasan rtb membeli smart band ini pun sederhana, pengen punya untuk tracking saat olah raga. Saat ini rtb sedang sadar pentingnya olah raga, semoga bisa seterusnya sadar. Seiring usia rtb yang bertambah, dan gaya hidup yang kurang sehat rtb sudah diwarning dengan kondisi kolesterol dalam darah yang meningkat, akhirnya rtb membeli sepeda untuk digunakan olah raga rutin.

Sebenarnya rtb sudah memulai dengan joging selama beberapa bulan, namun setelah konsultasi dengan dokter, joging kurang cocok dengan kondisi rtb yang saat ini sudah termasuk obesitas, yup berat badan rtb dulunya bisa sampai 88kg, sedangkan rtb hanya memiliki tinggi 168cm saja. Tidak ideal pokoknya. Dan jika dipaksakan berolahraga dengan joging atau lari bisa membuat kaki sakit karena menahan berat badan, dan malah bisa menghentikan aktifitas berolahraganya.

Wah, malah curhat ya mas bro gan sob, lanjut lagi deh ke review mi band 2, untuk penampilan fisik dari mi band 2 yang rtb pakai bisa dilihat seperti gambar berikut, saat ini sudah tidak menggunakan strap aslinya, rtb sudah mengganti dengan mijobs strap.

Mi Band 2 ini memang nampak kecil sekali, displaynya berukuran 0.42 inch, display ini bisa menampilkan informasi waktu, kalori meter, step counter, jarak tempuh dan level baterai. Oh ya agar Mi Band 2 ini bisa sinkron datanya, mas bro gan sob perlu melakukan pairing dengan aplikasi Mi Fit, yang bisa diinstall di smartphone android, dan tentunya semua smartphone android bukan hanya Xiaomi saja.

Untuk Mi Fit sendiri biasanya akan meminta register atau menggunakan mi account jika sudah memiliki, berhubung rtb sudah memiliki mi account akhirnya rtb menggunakan mi account untuk aplikasi Mi Fit ini, Selain itu rtb juga menyambungkan account google fit ke aplikasi Mi Fit tersebut. Setelah terpairing dengan Mi Fit, Mi Band 2 akan melakukan sinkronisasi waktu. Dari Mi Fit ini pula kita bisa melakukan pengaturan tampilan serta apakah akan menggunakan Mi Band 2 tersebut untuk alert apabila ada notifikasi masuk ke smartphone kita.

Nah untuk yang notifikasi tersebut rtb tidak menggunakannya, jadi rtb hanya memanfaatkan Mi Band 2 ini untuk step counter, kalori meter dan monitoring detak jantung, meskipun monitoring detak jantungnya masih tidak presisi, karena rtb coba tempelkan di botol lotion tetap terdeteksi ada detak jantungnya. Ya mau gimana lagi, namanya smart band murah. Dan yang paling pokok, rtb menggunakan Mi Band 2 ini ketika rtb bersepeda, Melalui aplikasi Mi Fit yang terhubung dengan Mi Band 2 ini rtb bisa mengetahui berapa jarak yang sudah rtb tempuh dengan sepeda, berapa perkiraan kalori yang terbakar, berapa detak jatung rata-rata saat rtb bersepeda dan beberapa informasi lainnya.

rtb termasuk pesepeda pemula, jadi dengan Mi Band 2 dan Mi Fit ini rtb bisa mengetahui seberapa jauh rtb bisa bersepeda tanpa istirahat. Setelah berapa kilometer rtb harus istirahat dan pastinya rtb bisa meningkatkan latihan secara bertahap, rtb tak mau konyol juga dengan memaksakan diri berolahraga melebihi batas kemampuan, bisa jadi malah membuat masalah.

Dari waktu membeli hingga saat ini total rtb baru mencatatkan jarak bersepeda 244.4 km selama kurun waktu 3 bulan. Yup rtb hanya menargetkan 20 km setiap minggunya, biasanya rtb bersepeda di pagi hari dan paling lama hanya 1 jam dengan menempuh jarak kurang lebih 12km.

Oh ya mas bro gan sob, dengan cara pemakaian rtb yang seperti itu, baterai Mi Band 2 yang berkapasitas 70 mAh ini, untuk sekali isi daya hingga 100% mampu bertahan hingga lebih dari 20 hari. Untuk proses mengisi baterainyapun tidak membutuhkan waktu yang lama, kurang dari 1 jam sudah selesai.

Spesifikasi Mi Band 2
  • Layar OLED 0,42 inci
  • Dimensi 40,3 x 15,7 x 10,5 mm
  • Berat 19 gram
  • Baterai 70mAh
  • Bluetooth 4.0
  • Low Energy
  • Sensor Heart-rate, Pedometer
  • Panjang band 235 mm
  • Tombol kapasitif

Dengan Mi Band 2 ini rtb merasa sangat terbantu, tapi ya ini baru smart band sederhana saja, untuk keakuratan datanya mungkin tidak secanggih smart watch yang lebih mahal harganya. Terimakasih sudah bersedia membaca review sederhana dari rtb, semoga bermanfaat.

Mungkin mas bro gan sob tertarik juga untuk membaca artikel ini :

Penulis : Nugroho Adisaputra.

email : nugroho@rtb.web.id , instagram : @rtbwebid, fb page : @rtb.web.id, YouTube Channel :  rtbwebid, SMS/WA : 0857-2863-6789

4 Comments

Leave a Reply to nugroho Cancel reply